7 fakta capung menakjubkan yang mungkin belum Anda ketahui!

Capung mulai terbang di atas kolam, rawa, dan area perairan lainnya sekitar 350 juta tahun yang lalu.

Serangga prasejarah ini adalah anggota dari keluarga Odonata, yang meliputi damselflies dan serangga sepupu lainnya yang berkerabat dekat.

Ada lebih dari 3.000 spesies capung yang diketahui ada di hampir setiap benua.


Di sini, kita akan melihat 7 fakta capung menakjubkan yang mungkin belum Anda ketahui!


1.Damselflies dan capung sering bingung.






Capung dan damselfly adalah satu-satunya dua spesies utama dalam keluarga serangga Odonata.

Kebanyakan orang akan membingungkan keduanya pada pandangan pertama karena penampilan mereka sangat mirip.

Sayap mereka memegang kunci untuk mengenali mereka. Capung memiliki empat sayap, tetapi damselfly hanya memiliki dua sayap.

Capung beristirahat dengan sayap terentang secara horizontal, sementara capung menyelipkan sayapnya ke tubuh.

Mata mereka adalah tanda lain. Mata semua damselflies terpisah, sedangkan mata sebagian besar capung bergabung.


2. Capung lebih tua dari dinosaurus.



Jika Anda melakukan perjalanan sekitar 300 juta tahun yang lalu, Anda pasti akan bertemu dengan nenek moyang capung, meganisoptera (terkadang disebut sebagai griffinflies).

Selama periode Paleozoikum, kerabat capung yang sudah lama punah ini ada dari 323 juta hingga 250 juta tahun yang lalu.

Sebagian besar griffinflies memiliki ukuran yang hampir sama dengan kerabat kontemporer mereka. Jika Anda menjadi makhluk bernama megatypus, itu pasti akan membuat Anda ketakutan.

Petunjuknya ada pada namanya, karena megatypus tumbuh dengan proporsi yang menakutkan, dengan lebar sayap mencapai 70cm!


3.Capung dapat ditemukan di seluruh dunia.



Capung dari berbagai jenis dapat ditemukan di hampir setiap bagian planet ini.


Sebagian besar dari mereka tampaknya mengelompok di satu lokasi, meski ada segelintir yang tersebar lebih luas.

Kaisar anax, misalnya, dapat ditemukan di seluruh Amerika, dari ujung paling selatan Argentina hingga Newfoundland di Kanada.

Capung globe skimmer, di sisi lain, dapat ditemukan di bagian yang lebih hangat di setiap benua kecuali Antartika.


4. Larva capung hidup di bawah air.



Nimfa adalah kata biologis untuk serangga invertebrata selama proses metamorfosis.

Belalang, jangkrik, dan capung adalah contoh serangga tersebut.

Namun, menyebut larva capung sebagai nimfa sangat tepat. Nimfa adalah suatu bentuk roh yang ditemukan di sungai, kali, dan badan air lainnya.

Nimfa capung, seperti rekan legendaris mereka, hidup di bawah air.

Capung dewasa menyimpan telurnya di jaringan tanaman air atau di permukaan air. Nimfa menghabiskan beberapa tahun di bawah air setelah menetas dari telurnya, memakan invertebrata lain, berudu, dan bahkan ikan kecil.


5. Capung sangat ahli dalam terbang.



Jika Anda pernah menghabiskan hari bersantai di tepi danau, Anda akan mengerti maksud saya. Capung memiliki kemampuan terbang yang luar biasa sehingga mereka diketahui bergerak melintasi lautan!

Mereka dapat melakukan perjalanan ke segala arah (ya, bahkan mundur!) Dan dapat mengubah arah dalam sedetik, praktis berputar di tempat.

Sayap mereka sangat kuat sehingga mereka didokumentasikan terbang dengan kecepatan mulai dari 36 hingga 54 kilometer per jam!

Spesies Australia yang dikenal sebagai darner raksasa selatan dilaporkan mencapai kecepatan hingga 97 km/jam.

Kisah-kisah ini diyakini tidak akurat karena kecepatannya belum diukur sejak 1917.


6. Capung dapat mengendalikan keempat sayapnya secara mandiri.



Sayap capung adalah salah satu alasan utama mereka bisa terbang dengan sangat baik. Mereka dapat mengepakkan semua sayapnya secara mandiri, memungkinkan mereka terbang dengan empat cara berbeda.

Capung dapat melayang seperti helikopter, terbang sepelan anak panah atau secepat anak panah, dan bahkan mengubah arah pada pin dengan mengepakkan keempat sayapnya secara serempak.

Mereka juga bisa terbang bebas, dengan beberapa betina meluncur di belakang jantan sambil kawin di udara!


7.Capung  adalah salah satu pemburu paling efisien di dunia!



Capung dewasa adalah predator, memakan hampir seluruhnya serangga lain seperti nyamuk, lalat, dan ngengat, serta capung yang lebih kecil.

Mereka menangkap mangsanya dengan kaki mereka saat terbang karena kecepatan dan kelincahan mereka.


Keefektifan berburu capung adalah salah satu karakteristik mereka yang paling mengesankan, karena mereka dapat menangkap hingga 95% dari semua mangsa yang mereka pilih untuk dikejar.

Mereka melumpuhkan mangsanya dengan menggigit kepalanya saat mereka menangkapnya. Mereka kemudian biasanya hinggap di suatu tempat dan makan di tempat, tetapi mereka juga bisa makan sambil bergerak!

Rahang mereka yang sangat kuat dengan cepat mengirim mangsanya, biasanya mulai dari kepala terlebih dahulu!


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 fakta capung menakjubkan yang mungkin belum Anda ketahui!"

Posting Komentar

KOMENTAR TANPA NAMA TIDAK AKAN DITERBITKAN!!!!!